Waspadalah ! Inilah 5 Mental Berbahaya Bagi Kalian Anak Rantau

Santaidamai.com – Setelah lulus SMa bingung mau kemana, kerja ditamnah sendiri gaji kurang menjajinkan. Bahkan sekarang apa-apa mahal. Bagaimana pun caranya sehingga keputusan terakhir harus merantau ke pulau sebrang atau negara orang. Memang hal tersebut adalah tujuan terakhir yang harus dilakukan.

Sekarang menjadi seorang perantau adalah hal yang tidak mudah. Akan ada banyak rintangan dan masalah yang perlu diselesaikan secara mandiri tanpa bantuan saudara dan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan mental yang kuat sebagai anak rantau.

Namun ternyata, masih ada para perantau yang memiliki dan memupuk sikap-sikap yang berbahaya. Beberapa hal di bawah ini adalah mental berbahaya yang harus dihindari dari seorang anak rantau. Jika kamu termasuk dalam kriteria ini, berhati-hatilah! Segera putar haluan dan gunakan selalu kalimat kalimat positif.

Content

Malu bertanya

salah satu bahaya anak rantau yaitu malu bertanya
kakakpintar.com

Terlalu banyak diam atau malu untuk bertanya adalah mental yang harus dibuang. Hal tersebut juga sangat berbahaya bagi seorang perantau, lebih akrablah kepada orang agar mempunyai banyak teman. Jadilah orang yang kepo dengan segala sesuatu karena kamu akan banyak mendapatkan ilmu atau informasi yang dibutuhkan. Sekali lagi kepo itu penting.

Putus asa

putus asa
annida-online.com

Saat satu kesulitan melanda, kamu harus bisa lebih cepat ambil tindakan. Jangan ada frasa putus asa dalam kamusmu. Jangan biarkan kegagalan melemahkan tekad. Perbedaan antara orang yang sukses itu hanya dibedakan pada kata “Putus asa” bagaimana dia bisa mengubahnya menjadi peluang untuk mencapai keberhasilan hakiki. Saat asa dan cita begitu tinggi, hiasi dengan perjuangan yang tak kenal henti dan tentunya keikhlasan pada ketetapan Illahi.

Malas

malas kegiatan
belajar123.com

Jika kamu bermalas-malasan dalam melakukan sesuatu, kamu akan mendapatkan sebatas apa yang dikerjakan saja. Hal tersebut jangan sampai sering dilakukan jika anda dalam posisi merantau. Gunakan waktu anda dengan penuh kegiatan dan banyaklah sosialisai sengan orang lain.

Jangan sampai rasa malasmu itu menjadi penghambat kegiatan pekerjanmu. Pokok,nya terus rajinlah dalam segala hal! Hingga kerajinanmu membuahi kesuksesan.

Boros

boros terhadap uang
businessmentorships.com

Saat hidup di Negara orang atau di daerah yang bukan tanah kelahiran, cerdaslah dalam mengatur keuangan. Kalian boleh nuruti kemauan anda tetapi harus bisa mencegah kemauan anda tersebut. Jangan mudah ikut arus suasana lingkungan, hal itu sangat membawa kehidupan anda menjadi tanpa kontrol. Apalagi bagi kamu yang merantau ke ibukota atau kota yang ramai. Cukuplah jadi diri sendiri dan sederhanalah dalam berkehidupan.

Manja (cengeng)

sifat yang harus dihilangkan yaitu manja
balitapedia.com

Saat terjadi sakit atau ada kesulitan, jangan kamu curhat semuanya kepada orangtua. Cukup seperlunya, kalau bisa curhatan ke orang tua pada masalah yang baik-baik saja. Hal tersebut kenapa penting untuk dilakukan karena dengan memberi informasi yang baik orang tua akan ebih senang dan gembira.

Intinya jangan sering memberikan informasi buruk kepada orangtua. Usahakan semua permasalahan yang dialami cukup diselesaikan dengan sendiri dan mandiri. Setiap kesepian dan rindu melanda cukup ketegaran yang harus dihebatkan.

Sebelum menjadi anak rantau tatalah niat anda agar ketika dalam peerjalanan dalam bekerja tidak ada halangan apa-apa. Memang resiko anak rantau sangat tinggi, bahkan akan bahya jika kita sampai tertledor terjerumus ke hal-hal negatif. Itu hal yang membahayakan diri sendiri pastinya.

JIka kamu tidak memiliki kriteria di atas, berbanggalah sebagai anak rantau! Kamu punya mental yang jauh lebih kuat dibandingkan mereka yang masih tinggal bersama orangtuanya. Kalau sudah seperti ini, masih minder jadi anak rantau?

Sekian Terima Kasih !

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: